
Susun H2 untuk bagian utama artikel dan H3 untuk subbagian yang berada di bawahnya, setelah memeriksa heading judul yang dihasilkan tema Blogger. Pilih tingkat berdasarkan hubungan isi. Ukuran huruf atau ketebalan tulisan bukan penentu fungsi heading.
Struktur yang jelas membantu pembaca memahami urutan pembahasan dan berpindah ke bagian yang dibutuhkan. Panduan berikut membahas isi satu artikel, sekaligus memperhatikan judul dan bagian lain yang sudah dibuat tema. Contohnya tidak menambahkan H1 baru ke dalam isi postingan.
Periksa struktur judul pada halaman artikel
Buka pratinjau atau satu halaman artikel yang mewakili tema Anda. Periksa elemen judul postingan melalui alat pengembang browser, lalu lihat tag yang membungkus teksnya. Jangan menyimpulkan tingkat heading hanya dari ukuran tulisan yang terlihat.
Judul pada kolom editor, judul tab browser, dan heading judul pada halaman memiliki peran berbeda. Tema menentukan HTML yang ditampilkan. Karena itu, hasil pada sebuah blog tidak boleh dianggap berlaku untuk semua tema Blogger.
Catat heading yang membungkus judul artikel dan tandai area isi utamanya. Perhatikan pula nama blog, navigasi, sidebar, dan footer sebagai bagian halaman yang berbeda. Anda sedang menilai hubungan bagian artikel, bukan hanya menghitung seluruh H1 yang ditemukan.
Panduan heading W3C WAI menjelaskan bahwa heading menyampaikan organisasi isi. Bagian tetap seperti sidebar dapat mempertahankan tingkat yang konsisten antarpagina. Jadi, jangan mengubah seluruh heading di halaman hanya agar daftar global terlihat rata.
Jika judul artikel sudah berupa H1, bagian utama di dalam artikel dapat dimulai dengan H2. Bila hasil tema berbeda atau struktur judul tidak jelas, periksa hubungan keseluruhan terlebih dahulu. Minta pengembang meninjau tema bila perlu, sambil mempertahankan salinan isi sebelum perubahan.
Buat kerangka berdasarkan hubungan pembahasan
Tulis daftar bagian sebelum mengatur format. Pada artikel tentang pergantian template, “Persiapan” dan “Pemeriksaan sesudah pergantian” dapat menjadi dua bagian utama. “Simpan cadangan” serta “Catat konfigurasi” dapat menjadi subbagian dari persiapan. Susunan ini merupakan contoh editorial, bukan pola wajib untuk semua artikel.
Menurut referensi H1–H6 di MDN, elemen heading mewakili tingkat bagian secara semantik. Heading tidak sebaiknya dipilih hanya untuk mengubah ukuran teks. Paragraf yang ditebalkan tetap perlu dibedakan dari judul bagian yang sesungguhnya.
Gunakan H2 lain ketika memulai bagian yang setara. Gunakan H3 ketika pembahasan masih menjadi rincian di bawah H2 yang sedang berlaku. Jika sebuah bagian hanya memerlukan paragraf pendek, tidak perlu memecahnya menjadi subbagian tambahan tanpa tujuan.
WAI menyarankan menghindari lompatan menuju tingkat lebih dalam, misalnya H2 langsung ke H4. Namun, kembali dari H3 ke H2 dapat tepat ketika subbagian selesai dan bagian utama berikutnya dimulai. Yang dinilai adalah hubungan isi, bukan keharusan agar angka selalu bertambah satu.
Baca daftar heading tanpa paragrafnya. Apakah urutan pembahasan masih mudah dipahami? Jika beberapa judul mengulang kalimat yang sama, jelaskan perbedaan tujuannya atau gabungkan bagian yang memang membahas hal serupa.
Terapkan format pada draf dan periksa HTML-nya
Memilih format pada editor
Buka draf latihan dan tempatkan kursor pada paragraf yang akan menjadi judul bagian. Pilih format heading melalui kontrol format paragraf yang tersedia. Nama opsi dapat berbeda menurut bahasa editor, sehingga hasil tag HTML tetap perlu diperiksa.
Mencoba contoh H2 dan H3
Jika menggunakan Tampilan HTML, gunakan elemen H2 dan H3 sesuai kerangka. Contoh berikut mengasumsikan judul artikel pada halaman tunggal sudah ditampilkan sebagai H1 oleh tema. Pastikan keadaan itu lebih dahulu sebelum menyesuaikannya. Kode ini hanya contoh isi postingan, tanpa judul artikel tambahan.
<h2>Persiapan mengganti template</h2>
<p>Siapkan bahan pemulihan dan catatan pengaturan sebelum mengganti tema.</p>
<h3>Simpan cadangan</h3>
<p>Simpan berkas tema dan salinan konten sesuai kebutuhan blog.</p>
<h3>Catat konfigurasi</h3>
<p>Catat logo, menu, dan pengaturan gadget yang perlu diperiksa kembali.</p>
<h2>Pemeriksaan sesudah pergantian</h2>
<p>Periksa kembali halaman yang mewakili tampilan blog.</p>
<h3>Uji navigasi</h3>
<p>Pastikan menu dan tautan artikel menuju halaman yang sesuai.</p>
Salin seluruh contoh ke Tampilan HTML pada draf bila ingin mencobanya, lalu ganti teks sesuai isi artikel Anda. Setiap heading berdiri sebagai elemen terpisah, diikuti paragraf. Jangan meletakkan pembuka H3 di dalam tag H2 yang belum ditutup.
Contoh kembali ke H2 setelah dua subbagian H3. Itu menandai dimulainya bagian utama kedua. Tidak ada skrip, aturan tema global, atau jumlah heading yang harus dipertahankan ketika contoh disesuaikan.
Untuk membedakan judul halaman, deskripsi, dan unsur SEO lain dari susunan bagian isi, gunakan panduan pengaturan judul dan SEO Blogger. Kerangka heading perlu mencerminkan jawaban yang benar-benar tersedia dalam artikel.
Nilai hierarki yang tersimpan dan tampilan di layar kecil
Bantuan Blogger tentang pengelolaan postingan menjelaskan penggunaan Pratinjau untuk memeriksa tampilan serta Simpan untuk menyimpan tanpa memublikasikan. Setelah mengatur heading, simpan draf, buka kembali, dan periksa hasilnya.
Mulailah dari area artikel: lihat judul utama, H2, lalu H3 yang mengikuti masing-masing bagian. Daftar atau pohon heading pada alat pemeriksaan aksesibilitas dapat membantu melihat urutan ini. Cocokkan hasilnya dengan tag pada halaman, terutama bila ada heading dari komponen tema.
Periksa apakah ada judul yang ternyata masih berupa paragraf tebal, tag yang dipakai hanya untuk memperbesar tulisan, atau heading yang terpecah menjadi beberapa bagian akibat penyuntingan. Perbaiki bagian yang spesifik setelah menemukan penyebabnya.
Di ponsel, judul panjang dapat turun menjadi beberapa baris. Itu tidak otomatis mengubah tingkat heading. Nilai keterbacaan, jarak dengan paragraf, dan apakah pembaca dapat memahami bagian yang sedang dibaca. Untuk pemeriksaan tampilan yang lebih luas, gunakan checklist pengujian template Blogger.
Jika menggunakan pembaca layar atau alat navigasi heading, telusuri judul-judulnya secara berurutan. Periksa juga batas antara isi utama dan bagian tetap halaman. Tujuannya membantu pembaca menemukan struktur, bukan menghasilkan daftar tag yang sekadar terlihat rapi di editor.
Sesuaikan jumlah heading dengan isi yang diperlukan
SEO Starter Guide Google menjelaskan bahwa tidak ada jumlah heading ideal yang ajaib. Rekomendasi hierarki logis membantu pembaca, termasuk pengguna teknologi bantu; jangan mengubahnya menjadi klaim bahwa melewati satu tingkat pasti menimbulkan penalti pencarian.
Gunakan judul bagian yang jelas dan wajar. Hindari mengulang keyword yang sama pada setiap H2 ketika kata tersebut tidak membantu menjelaskan perbedaan bagian. Jangan pula membuat beberapa H3 hanya untuk mencapai jumlah tertentu.
Heading menyusun pembahasan dalam satu artikel. Label mengelompokkan beberapa artikel ke kanal atau tema. Jika yang perlu dirapikan adalah kelompok bacaan antarpagina, lanjutkan ke panduan kanal dan label Blogger.
Setelah kerangka, format, dan pratinjau sesuai, simpan catatan perubahan agar artikel berikutnya dapat memakai pendekatan yang konsisten. Struktur heading yang baik mendukung penyajian isi; ia tidak menjamin artikel terindeks atau memperoleh peringkat tertentu.
Komentar
Posting Komentar