
Periksa schema Article Blogger dengan menguji URL artikel yang sudah terbit, lalu cocokkan penulis, tanggal, judul, dan gambar dengan isi halaman. Jika ada data yang berbeda, telusuri sumbernya sebelum menambahkan kode baru. Pemeriksaan yang berguna menggabungkan hasil alat pengujian dan pembacaan artikel secara langsung.
Data terstruktur membantu menjelaskan informasi halaman kepada mesin pencari. Namun, hasil pengujian yang valid tidak menjamin tampilan khusus atau peringkat tertentu. Panduan ini berfokus pada diagnosis keluaran template dan pencatatan temuan, sehingga Anda tidak perlu langsung menempel skrip schema ke setiap postingan.
1. Pilih URL dan catat kondisi artikel
Siapkan satu artikel baru, satu tulisan lama yang pernah diperbarui, serta satu artikel dengan gambar utama. Buka URL publiknya dan catat judul, nama penulis, tanggal yang terlihat, serta gambar yang mewakili tulisan. Gunakan catatan ini sebagai pembanding ketika membaca hasil pengujian.
Dokumentasi Article Google mencakup tipe Article, NewsArticle, dan BlogPosting. Saat ini tidak ada properti yang diwajibkan pada panduan tersebut; lengkapi properti rekomendasi yang memang sesuai dengan artikel. Kehadiran nama tipe saja belum membuktikan bahwa nilai di dalamnya benar.
Jangan menggunakan beranda sebagai satu-satunya sampel. Halaman daftar berita dan halaman satu artikel mempunyai isi berbeda. Untuk dasar identitas halaman, gunakan juga panduan judul, deskripsi, canonical, dan internal link Blogger.
2. Jalankan Rich Results Test pada halaman publik
Buka panduan Rich Results Test, lalu gunakan tautan alat pengujiannya. Pilih pengujian URL dan masukkan alamat lengkap artikel. Tunggu hasilnya, kemudian buka item artikel yang ditemukan untuk membaca properti serta pesan kesalahan atau peringatannya.
Alat ini menyediakan pengujian URL maupun cuplikan kode. Untuk menilai keluaran template yang sedang digunakan, pengujian URL memberi titik awal yang lebih sesuai daripada cuplikan yang diketik terpisah. Simpan URL pengujian, tanggal pemeriksaan, nama item, dan nilai yang ingin ditindaklanjuti.
Jika muncul pesan, baca detail pada item terkait dan lokasi kodenya. Pisahkan masalah akses halaman, sintaks, dan isi properti. Jangan menganggap semua peringatan mempunyai penyebab yang sama. Bila alat tidak menemukan item, periksa keluaran halaman bersama pengembang sebelum menyimpulkan bahwa seluruh pengaturan SEO gagal.
3. Cocokkan identitas penulis
Pada item artikel, lihat author dan bandingkan dengan byline yang tampil. Google mendukung penulis bertipe Person atau Organization. Gunakan nama yang benar dan tautan profil yang mengidentifikasi penulis. Bila beberapa orang memang tercantum sebagai penulis, identitas mereka perlu diwakili sesuai dokumentasi.
Periksa apakah nama akun lama masih terbawa setelah pergantian pengelola. Buka juga tujuan tautan profil: apakah mengarah ke profil yang sesuai atau ke halaman contoh dari tema? Isi catatan dengan nilai yang ditemukan dan identitas yang seharusnya menurut redaksi. Jangan mengarang profil ahli atau menambahkan gelar yang tidak dimiliki.
Bedakan penulis artikel dari penerbit situs ketika berkomunikasi dengan pengembang. Minta perbaikan pada sumber data yang keliru, bukan sekadar mengganti nama pada satu tampilan sementara keluaran markup tetap berbeda.
4. Periksa tanggal terbit dan pembaruan
datePublished menjelaskan waktu terbit pertama, sedangkan dateModified menjelaskan perubahan terakhir. Periksa nilai tanggal dan sertakan zona waktu yang sesuai agar informasi waktunya jelas.
Panduan tanggal publikasi Google menyarankan tanggal yang terlihat jelas dan sesuai dengan informasi terstruktur. Tanggal tersebut merujuk pada penerbitan atau pembaruan halaman, bukan tanggal acara yang diberitakan. Jika keduanya ditampilkan, beri penanda seperti “Terbit” dan “Diperbarui” agar pembaca memahami perbedaannya.
Di Blogger, periksa zona waktu blog pada Setelan bagian Pemformatan sebagaimana dijelaskan dalam dokumentasi setelan Blogger. Jangan mengubahnya tanpa memeriksa dampak pada situs. Catat jika tanggal pada markup tidak sesuai dengan waktu editorial yang dimaksud.
Untuk pemeriksaan pembaruan, gunakan tulisan yang memang pernah direvisi. Pastikan perubahan tanggal mempunyai dasar. Hindari membuat tanggal baru setiap kali halaman dibuka hanya agar artikel tampak lebih segar.
5. Bandingkan headline dan gambar dengan isi tulisan
headline seharusnya menjelaskan judul artikel. Properti image perlu menunjuk ke gambar yang mewakili tulisan, bukan logo umum sebagai pengganti semua gambar artikel. Periksa URL gambar yang ditemukan, lalu pastikan aset tersebut sesuai dengan halaman yang sedang diuji.
Bayangkan contoh ilustratif: artikel membahas cara mengatur menu, tetapi hasil pengujian masih memuat judul produk demo dan gambar contoh tema. Ini adalah ketidaksesuaian yang perlu ditelusuri. Contoh tersebut bukan laporan masalah pada produk tertentu; gunakan pola pemeriksaannya untuk membandingkan nilai di situs Anda sendiri.
Untuk menyiapkan aset sebelum diunggah, baca panduan optimasi gambar Blogger. Pemeriksaan gambar pada schema melengkapi pemeriksaan visual, bukan menggantikannya.
| Yang diperiksa | Pembanding | Catatan temuan |
|---|---|---|
| Penulis | Byline dan profil | Nama atau tautan yang berbeda |
| Tanggal | Riwayat terbit dan revisi | Waktu, zona, atau penanda yang keliru |
| Judul | Judul artikel | Teks contoh yang masih terbawa |
| Gambar | Aset utama tulisan | URL rusak atau gambar yang tidak sesuai |
6. Telusuri Article berulang yang saling bertentangan
Beberapa item schema pada satu halaman dapat menggambarkan hal yang berbeda. Pedoman umum data terstruktur Google menjelaskan dukungan untuk beberapa item yang sesuai isi halaman. Jadi, menemukan artikel, breadcrumb, dan identitas organisasi tidak otomatis berarti markup bermasalah.
Yang perlu ditelusuri adalah beberapa keluaran yang menggambarkan artikel yang sama tetapi memberikan judul, penulis, tanggal, atau gambar berbeda. Catat masing-masing item dan nilai yang bertentangan. Periksa apakah sumbernya berasal dari tema, gadget tambahan, atau kode yang pernah ditempel di postingan.
Jangan menghapus seluruh data terstruktur berdasarkan jumlah bloknya saja. Minta pengembang menetapkan sumber data artikel yang konsisten sambil mempertahankan item lain yang relevan. Sebelum menyunting tema atau gadget, siapkan cadangan Blogger dan catatan konfigurasi.
7. Uji kembali setelah perbaikan
Setelah sumber masalah diperbaiki, jalankan pengujian pada URL sampel yang sama. Bandingkan hasil sebelum dan sesudah. Pastikan perbaikan tidak hanya menghilangkan pesan alat, tetapi juga menghasilkan data yang sesuai dengan artikel yang dibaca pengunjung.
Periksa kembali sampel lama dan baru jika perubahan berlaku untuk seluruh tema. Simpan daftar hal yang sudah selesai serta temuan yang belum terselesaikan. Kesesuaian isi tetap perlu dinilai manual: pedoman Google menegaskan bahwa alat tidak menangkap semua persoalan kualitas dan hasil valid tidak menjamin rich result ditampilkan.
Pertanyaan yang sering diajukan
Haruskah menempel kode Article pada setiap postingan?
Periksa keluaran yang sudah ada terlebih dahulu. Jika tema sudah menyediakan data artikel, telusuri kekurangannya sebelum menambahkan sumber baru.
Apakah beberapa item schema selalu salah?
Tidak. Periksa objek yang dijelaskan serta konsistensinya, terutama bila beberapa item menggambarkan artikel yang sama.
Apakah hasil valid menjamin ranking atau rich result?
Tidak. Gunakan hasilnya untuk diagnosis teknis, lalu pastikan informasi tetap akurat, relevan, dan sesuai dengan halaman.