Terbaru
Ilustrasi pengelompokan artikel dan navigasi kanal portal berita. Susun label Blogger dengan menetapkan kanal yang dibutuhkan pembaca, mema...
Baca panduan
Susun label Blogger dengan menetapkan kanal yang dibutuhkan pembaca, memakai nama yang konsisten, lalu menghubungkannya ke navigasi portal berita. Mulailah dari isi yang sudah ada dan kemampuan redaksi memperbaruinya. Kanal yang jelas cakupannya lebih mudah dikelola daripada deretan label yang dibuat setiap kali muncul istilah baru.
Pada portal daerah, pembaca mungkin datang untuk berita kotanya, perkembangan politik, atau informasi ekonomi. Label membantu mengelompokkan artikel tersebut. Namun, label baru menjadi berguna ketika penulis memahami pemakaiannya dan pembaca mempunyai jalur yang jelas untuk membuka kelompok beritanya.
Bedakan label, menu, dan alamat artikel
Label adalah penanda untuk mengelompokkan postingan. Menu adalah kumpulan tautan yang ditampilkan sebagai navigasi. Alamat artikel atau permalink menunjuk ke satu tulisan tertentu. Ketiganya saling mendukung, tetapi pengaturannya perlu diperiksa secara terpisah.
Dokumentasi data tata letak Blogger membedakan URL postingan dari URL label yang menampilkan kumpulan postingan berlabel sama. Dengan demikian, menambahkan label ke artikel belum membuktikan bahwa menu situs sudah mengarah ke kelompok tersebut. Anda tetap perlu memeriksa tautan navigasinya.
Dalam panduan ini, istilah “kanal utama” adalah pilihan pengelompokan redaksi. Label yang dipakai di Blogger tetap label biasa; redaksilah yang menentukan mana kanal utama, penanda lokasi, atau topik pendamping.
1. Buat daftar label dari konten yang sudah terbit
Sebelum menambah kanal, kumpulkan nama label dan beberapa contoh artikel di setiap kelompok. Catat fungsi label, variasi penulisan, serta tempatnya muncul: menu, blok beranda, sidebar, atau tautan di artikel. Daftar sederhana ini membantu menunjukkan kelompok yang masih berguna dan kelompok yang maknanya belum jelas.
Perhatikan nama yang hampir sama, misalnya “Ekonomi”, “Ekonomi Daerah”, dan “Berita Ekonomi”. Jika ketiganya dipakai untuk maksud yang sama, pilih satu nama kerja untuk artikel berikutnya. Bila cakupannya berbeda, tulis perbedaannya. Jangan menilai dari nama saja; buka contoh isi sebelum memutuskan penggabungan.
Hasil tahap ini adalah kamus label, bukan daftar kata kunci pencarian. Isinya sebaiknya cukup jelas agar dua penulis dapat mengelompokkan berita dengan keputusan yang serupa.
2. Tetapkan batas setiap kanal
Pilih kanal berdasarkan kebutuhan pembaca dan pasokan berita. Tidak semua topik perlu menjadi menu utama. Topik yang hanya muncul sesekali dapat dikelompokkan dalam kanal lebih luas sampai redaksi mempunyai kebutuhan yang lebih khusus.
Tabel berikut merupakan ilustrasi untuk portal daerah. Susunan ini adalah pilihan editorial, bukan ketentuan Blogger atau jumlah kanal yang diwajibkan Google.
| Kanal | Cakupan contoh | Batas praktis |
|---|---|---|
| Kabar Kota | Peristiwa warga dan fasilitas kota | Berita pemilu diarahkan ke Politik. |
| Politik | Pemilu, partai, dan dinamika politik | Pengumuman layanan rutin bukan otomatis berita politik. |
| Ekonomi | Pasar, usaha, harga, dan pekerjaan | Pilih sudut ekonomi sebagai pokok liputan. |
| Layanan Publik | Panduan mengurus layanan dan persyaratan | Utamakan tulisan yang menjawab kebutuhan praktis warga. |
Sebuah liputan dapat menyentuh beberapa bidang. Tentukan pokok beritanya sebelum memilih kanal utama. Penanda kota dapat ditambahkan sebagai label lokasi jika redaksi memang membutuhkan pengelompokan lintas kanal. Perbedaan fungsi ini lebih berguna daripada menempel beberapa sinonim untuk satu topik.
3. Terapkan nama yang disepakati di editor Blogger
Buka postingan, lalu periksa bagian Label pada sisi editor. Pilih label yang sudah tersedia ketika maksudnya sama. Dalam panduan pengelolaan postingan Blogger, label digunakan untuk mengatur postingan dan membantu pembaca memfilter konten; beberapa label dapat ditambahkan dengan pemisah koma.
Buat kebiasaan pemeriksaan sebelum terbit: apakah kanalnya tepat, apakah nama lokasi konsisten, dan apakah label tambahan benar-benar membantu pengelompokan? Hindari membuat label baru hanya karena judul memakai frasa yang berbeda. “Usaha Kecil” dan “UMKM”, misalnya, perlu diputuskan penggunaannya oleh redaksi sesuai cakupan tulisan.
Jumlah label yang dipilih sebaiknya mengikuti kebutuhan pengelompokan. Panduan ini tidak menetapkan angka sebagai syarat SEO dan tidak menganggap lebih banyak label sebagai jaminan peringkat lebih baik.
4. Hubungkan kanal ke menu dan blok berita
Buka halaman label melalui tautan label yang sudah tersedia, lalu salin alamat tujuannya untuk navigasi yang sesuai. Gunakan teks menu yang selaras dengan kamus kanal. Apabila nama kanal “Ekonomi”, hindari menamainya “Bisnis” di menu tanpa menjelaskan hubungan keduanya kepada pembaca.
Untuk daftar label bawaan, panduan gadget Blogger menjelaskan penambahan gadget melalui Tata Letak. Buka area yang sesuai, pilih Tambahkan Gadget, lalu atur gadget dan simpan. Tampilan serta pengaturan menu khusus mengikuti tema yang digunakan, sehingga petunjuk produknya tetap perlu dibaca.
Pada tema dengan blok berita berdasarkan label, periksa sumber label untuk setiap blok. Judul blok yang benar belum cukup jika sumbernya masih nama contoh. Untuk kebutuhan banyak kanal, Anda dapat meninjau fitur mega menu dan pengaturan rubrik SaeBerita, kemudian mencocokkannya dengan susunan redaksi sendiri.
5. Tambahkan tautan yang membantu perjalanan pembaca
Label mengelompokkan tulisan, sementara tautan di dalam artikel dapat mengantar pembaca ke penjelasan yang lebih khusus. Dalam berita perubahan layanan, misalnya, tautkan panduan persyaratan yang relevan. Gunakan teks yang menjelaskan tujuan, seperti “syarat mengurus dokumen”, bukan rangkaian tautan dengan tulisan “klik di sini”.
Panduan tautan Google Search Central menyarankan teks tautan yang deskriptif, ringkas, dan sesuai konteks. Tautan juga perlu memakai elemen HTML yang dapat dirayapi, umumnya elemen a dengan atribut href. Pada menu atau kartu khusus, mintalah pengembang memeriksa hasilnya jika tombol hanya menjalankan perintah skrip.
Penjelasan dasar tersedia pada panduan judul, deskripsi, canonical, dan internal link Blogger. Pilih tautan karena berguna untuk pembaca, lalu tulis pengantarnya secara natural.
6. Rapikan bertahap dan uji jalur pembacaan
Sebelum mengganti label lama, periksa artikel serta navigasi yang menggunakannya. Simpan catatan pemetaan nama lama ke nama yang dipilih. Kerjakan kelompok kecil terlebih dahulu, perbarui tautan menu atau sumber blok yang terdampak, lalu periksa hasilnya. Menghapus label secara massal tanpa pemeriksaan dapat menyulitkan pengelola menelusuri susunan sebelumnya.
Uji perjalanan dari beranda ke kanal, dari kanal ke artikel, kemudian ke bacaan terkait. Lakukan pada desktop dan HP. Pastikan judul kanal cocok dengan isinya, tautan mempunyai tujuan yang benar, dan pembaca dapat melanjutkan ke berita lain.
Panduan developer Google Search menekankan agar halaman dapat ditemukan melalui tautan dari halaman lain yang juga dapat ditemukan. Untuk pemeriksaan fungsi setelah perubahan, gunakan checklist pengujian template portal berita.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah semua label perlu masuk menu utama?
Tidak. Pilih kanal yang paling membantu pembaca. Label lokasi atau topik pendamping dapat ditempatkan pada navigasi lain sesuai kebutuhan situs.
Bolehkah satu artikel mempunyai beberapa label?
Boleh. Tetapkan fungsi masing-masing, misalnya topik dan lokasi, agar penambahan label tetap mempunyai tujuan yang jelas.
Apakah label yang rapi menjamin ranking naik?
Tidak. Susunan yang rapi membantu pengelolaan dan navigasi; hasil pencarian tetap dipengaruhi banyak hal di luar penamaan label.
Mulailah dengan kamus kanal yang singkat, terapkan pada artikel berikutnya, lalu tinjau setelah digunakan redaksi. Perluas susunan ketika kebutuhan pembaca dan kontennya sudah jelas.





